43 Orang Diciduk Dalam Razia Preman

Jakarta: Tim gabungan Polres Jakarta Pusat dan Dandim 05/01 kembali menggelar Giat Operasi Premanisme di sejumlah titik pada Sabtu, 5 Januari 2019. Sebanyak 43 orang preman ditangkap dari hasil operasi tersebut.

Kapolres Metro Jakarta Pusat KBP Roma Hutajulu mengatakan, operasi ini merupakan lanjutan yang dilakukan pada Jumat, 4 Januari 2019 dengan area yang diperluas.

“Operasi razia preman lanjutan dari yang kemarin. Kemarin itu di Senen, sekarang sasarannya Tanah Abang, baik blok-blok yang ada di pasar, kemudian di seputaran jalan Kiai Haji Wahid Hasyim, ditambah dengan seputaran Thamrin City,”ujar Roma di Lapangan Monas, Minggu, 6 Januari 2019. 

Razia tersebut mengerahkan 100 personil gabungan dari Polres, Garnisun, Satpol PP dan dilakukan secara serentak di lokasi-lokasi tersebut. Hasilnya, sebanyak 43 orang berhasil diringkus, mulai dari preman, parkir liar dan pengamen.

Untuk parkir liar Roma menjelaskan aksi mereka dengan mencetak kertas yang dijadikan karcis parkir. Mereka kemudian memasang tarif kurang lebih Rp10.000.

“Ini sebenarnya tidak sesuai dengan peraturan retribusi dan ini ilegal untuk itu kami akan proses dan usut tuntas untuk parkir liar,” tegasnya.

Roma menambahkan, razia parkir liar sebetulnya sudah dilangsungkan menjelang perayaan Natal dan tahun baru. Kendati begitu, sekarang mereka muncul kembali.

“Parkir liar sudah pernah kami tindak sekarang muncul lagi. Sebetulnya sebelum Natal dan tahun baru kami sudah melakukan operasi penyakit masyarakat,” ujarnya.

Nantinya para preman dan pengamen akan diserahkan ke Dinas Sosial DKI Jakarta untuk ditindak lanjuti. Sedangkan, bagi pelaku parkir liar dan pemilik senjata tajam akan diproses hukum. 

“Akan dikirim ke teman teman dinas sosial untuk ditindak lanjuti terkait masalah sosial penduduk yang melakukan premanisme,” tegasnya. 

Baca: Puluhan Preman Ditangkap di Jakarta Pusat

Roma menegaskan, pihaknya berkomitmen untuk melakukan pemberantasan premanisme di wilayahnya. Ini agar masyarakat merasa aman dan nyaman.

“Kami akan terus melanjutkan kegiatan ini dan kami menjamin masyarakat keamanan dan kenyamanan setiap masyarakat khususnya yang berkunjung ke area area publik,” tuturnya.

(DMR)