Kekosongan Wagub DKI Rugikan Masyarakat

Jakarta: Kekosongan kursi wagub DKI menghambat pekerjaan di Ibu Kota Jakarta. Ketua  DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi menilai APBD DKI 2019 Rp89 triliun berpotensi gagal teserap bila Gubernur Anies Baswedan terus ‘menjomblo’.

“Yang rugi bukan kita yang di DPRD, tapi yang rugi itu masyarakat Jakarta karena banyak sekali pekerjaan yang harus dieksekusi,” tegas Prasetyo di Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu, 6 Januari 2019.

Baca: Tes Uji Kelayakan Cawagub DKI Dilakukan Pekan Ini

Prasetyo membeberkan sejumlah proyek yang harus segera dituntaskan. Beberapa di antaranya, normalisasi sungai, pembbangunan jembatan penyeberangan orang, dan revitalisasi taman di Jakarta.

“Saya rasa itu sebetulnya Pemda DKI bisa langsung mengeksekusi, itu kan ada Perdanya,” jelas politikus PDI Perjuangan itu.

Prasetyo menegaskan penggantian wagub DKI pascaditinggalkan Sandiaga Uno berlarut-larut. Ia memastikan Fraksi PDI Perjuangan mendukung siapa pun pengganti Sandi bila Gerindra-PKS bersepakat.

Baca: Rambu Anies untuk Wakil Gubernur Baru

Gerindra dan PKS tak kunjung merampungkan penggantian Sandi yang memilih menjadi cawapres Prabowo Subianto. Berbagai proses banyak tertunda dengan alasan sibuk mempersiapkan tahun politik.

Pengesahan tim uji kelayakan dan kepatutan pun tertunda. Saat itu, Gerindra maupun PKS fokus pada bencana yang menimpa kawasan Banten dan Lampung.

Baca:  PKS Sodorkan Tiga Nama Cawagub ke Gerindra

PKS  dan Gerindra akhirnya membentuk tim dengan empat anggota. Partai Gerindra melibatkan Wakil Ketua DPD Gerindra DKI Syarif dan Peneliti LIPI Siti Zuhro. Sedangkan PKS mengirim pengamat politik Ubedilah Badrun dan eks Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Eko Prasodjo.

Kandidat yang akan mengisi kursi cawagub ialah Agung Yulianto, Ahmad Syaikhu, dan Abdurrahman Suhaimi. Nama akan dikerucutkan menjadi dua.(Marselina Tabita)

(OJE)