MRT Tunggu Izin Kemensetneg Sentuh Kawasan Vital

Pekerja menyelesaikan pembangunan jalur dan stasiun Mass Rapid Transit (MRT) Sisingamangaraja, Jakarta. Foto: MI/Pius Erlangga.

Jakarta: Manajemen PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta mengaku telah berkoordinasi dengan ‎Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg). Hal ini demi memperoleh izin pembangunan MRT Jakarta fase II dari Bundaran Hotel Indonesia (HI) hingga Stasiun Jakarta Kota. 

Koordinasi ini untuk menyempurnakan setiap perizinan yang ada. Apalagi, salah satu stasiun MRT fase II yang akan dibangun berada di Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Daerah kementerian ini adalah wilayah vital yang sangat dekat dengan Istana Negara.

“Tentu itu ada koordinasi dengan Setneg. Kita sudah koordinasi dengan Mensesneg (Pratikno). Jadi masih dalam proses. Ini akan berjalan terus,” kata Corporate Secretary MRT Jakarta Muhammad Kamaluddin kepada Medcom.id, Rabu, 9 Januari 2018.

Menurut dia, pembangunan MRT fase II ini sangat didorong oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan pemerintah pusat. Dia pun optimistis pembangunan akan dilakukan dalam waktu dekat.

“Jadi semua proses dalam pembicaraan Setneg, agar tidak ada kendala dalam pembangunannya,” sebut dia.

Baca juga: Halte TransJakarta Bakal Terintegrasi MRT

MRT Jakarta akan melaksanakan peletakan baru pertama fase II pada bulan ini. Fase II akan terbentang dari Bundarah HI hingga Stasiun Jakarta Kota. Direktur Utama MRT William Sabandar mengaku sudang mengantongi kontraktor yang akan menggarap proyek tersebut. 

“Kita sedang merencanakan prosesnya. Sudah dapat (nama kontraktor) pemenangnya dan Januari akan groundbreaking RSS (gardu distribusi listrik),” kata William.

(OGI)