Sektor Bisnis Diharapkan Jadi Mentor Kepemimpinan Siswa

Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan belajar kepemimpinan akan sulit diikuti diikuti anak sekolah di dalam kelas. Menurut dia, akan lebih baik membentuk sistem belajar baru seperti mentoring dan tantangan pekerjaan (job stretch).

“Daripada proses belajar konvensional, kita perlu mengundang alumni pelajar, direksi, manajer, institusi, dan bisnis untuk menjadi mentor. Terbukti mentoring dan job stretch itu meningkatkan kepemimpinan,” ucapnya di Balairung Balaikota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Kamis. 17 Januari 2019. 

Menurutnya, jika pemimpin di luar dunia pendidikan dapat menjadi mentor, maka proses belajar kepemimpinan anak akan meningkat. Sebab, tantangan pemimpin dalam dunia bisnis amat besar dalam pengambilan keputusan. 

“Jika pemimpin bisnis itu mengambil keputusan yang benar maka perusahaan akan berkembang. Sebaliknya, jika tidak maka akan bangkrut. Berbeda dengan pendidikan kampus, keputusan risetnya gagal, ya tinggal riset lagi,” tutur Anies. 

Keputusan yang mempunyai konsekuensi besar dapat meningkatkan kualitas kepemimpinan. Sehingga, Dia menyarankan agar sektor luar pendidikan turut menyumbang negara dengan menjadi mentor. 

Baca: Anies Dorong Kemajuan Kualitas Pendidikan di Ibu Kota

“Para pemimpin bisnis ini tidak menjadi partner kita dalam membangun kualitas kepemimpinan. Padahal mereka alumni yang dibina Negara,” jelas Anies. 

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta menandatangani nota kesepahaman dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI (Kemendikbud) dalam pengembangan profesi guru, tenaga kependidikan, kepala sekolah dan lainnya. Nota kesepahaman ditandatangani di Balairung Balaikota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Kamis, 17 Januari 2019. 

(DMR)